Sepeda Sewa di Tepi Jalan Kota Jakarta yang Dicuri Sadelnya

Pitan  
Sepeda sewa di Jalan H Agus Salim, Jakarta Pusat, yang raib sadelnya.
Sepeda sewa di Jalan H Agus Salim, Jakarta Pusat, yang raib sadelnya.

Sepeda sewa (bike sharing) terbengkalai, sadelnya banyak yang dicuri.

Setelah ramai soal anggaran jalur sepeda yang dipangkas, kini ramai pula soal sepeda sewa (bike sharing) yang terbengkalai. Bahkan, bukan lagi bike sharing, tetapi hanya saddle sharing, sebab beberapa sadel sepeda sewa itu raib dicuri orang. Sepeda sudah dicuri karena digembok elektronik.

Susah ternyata memaksa orang bersepeda di Jakarta. Para “pengusaha starling” tentu tiap hari harus bersepeda untuk menjual kopi mereka. Pembuatan jalur sepeda yang ditujukan untuk memaksa orang bersepeda malah dianggap sebagai biang kemacetan. Si Komo tidak lagi jadi tersangka. Oohya?

Di masa lalu, banyak pribumi yang memberanikan diri bersepeda di Batavia, nama Jakarta di masa lalu. Mereka meniru gaya orang-orang Eropa yang rajin bersepeda. Pribumi-pribumi ini juga mengenakan pakaian ala Eropa: memakai sepatu berikut kaus kaki panjangnya, celana selutut, dan jas berkancing. Tapi. topinya belum topi ala jerami Eropa.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Seorang pembaca koran Bataviaasch Nieuwsblad edisi 9 November 1898, memakai nama Sportman, tersinggung dengan ulah mereka. Ia lalu menuliskan suat pembaca di koran itu.

“Saya dan pengendara sepeda lain baru-baru ini merasa kesal saat melihat beberapa orang pribumi berpakaian Eropa duduk-duduk di sini di Batavia dengan sepedanya,” tulisnya. Hanya blangkon/ikat kepala yang menurutnya memperlihatkan mereka sebagai orang Timur.

Oohya! Dia mempersoalkan itu dengan mengungkapkan adanya larangan pribumi mengenakan pakaian Eropa. Ia tidak mempermasalahkan sepedanya. Ia juga menyebut larangan di Surabaya bahwa orang Arab tak boleh mengenakan sepatu saat bersepeda. Ia meminta polisi segera merazia mereka agar pakaian Eropa tidak dianggap sebagai pakaian pribumi.

Sekarang? Orang yang bersepeda tidak perlu diberi jalur khusus, karena menyusahkan orang-orang borjuis yang menggunakan mobil pribadi berisi dua orang, sopir dan tuan borjuisnya. Oohya! Coba klik juga bahasan yang juga menyinggung jalur sepeda ini: Sentimen Kelompok Politik Jakarta.

Ma Roejan

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

[email protected] (Marketing)

× Image