Kota Penuh Luka, Puisi M Djoko Yuwono tentang Kehidupan Malam di Jakarta

Kendeng  

Sibuk sekali mereka menggembala angin di tengah kota.

Transportasi umum di Jakarta sudah normal kembali. Ada yang kembai dioperasikan hingga pukul 24.00, ada pula yang dioperasikan kembali selama 24 jam seperti sebelum ada pandemic Covid-19. Maka, kehidupan malam di Jakarta pun semakin menggeliat, seperti yang pernah digambarkan oleh M Djoko Yuwono dalam puisi yang ia tulis pada 2014.

M Djoko Yuwono kelahiran Grobogan, wilayah di Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah.

KOTA PENUH LUKA

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Oleh M Djoko Yuwono

sibuk sekali mereka

menggiring angin malam di pojok kota

bersama gelisah

yang tak berurai

di pojok lain

sang penyair mengutip Freud

mengurai hasrat seksual yang liar

:bahwa banyak persoalan muncul dari gelisah keinginan seksual yang tak berterima

sibuk sekali mereka

menggembala angin malam di tengah kota

menabrak lorong-lorong gelisah

penuh luka

jakarta, 25 maret 2014

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image