
Indonesia Gelap Membutuhkan Cahaya Islam
Agama | 2025-03-09 00:28:18
Aksi demo untuk mengkritisi demokrasi hari ini dengan berlatar biru tua belum setahun berjalan, namun kini kita harus kembali dihadapkan dengan aksi demo Indonesia Gelap karena kondisi negara yang semakin memprihatinkan. Aksi ini mengangkat berbagai kasus yang sedang terjadi, di antaranya program Makan Siang Bergizi (MBG), pemangkasan angaran untuk program sosial dan kesejahteraan rakyat, masalah pendidikan, kesehatan, reformasi polri, LPG 3kg, hingga lapangan pekerjaan.
Berbagai mahasiswa dari beragam universitas ternama di Indonesia mulai dari Universitas Indonesia (UI) hingga Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin (UNISKA) menggelar aksi ini. Selain itu, media massa pun juga tidak kalah dalam meramaikan aksi tersebut demi mendapatkan hak rakyat untuk sejahtera. Hal ini menunjukkan sejatinya masyarakat sangat peduli terhadap apa yang menimpanya dan tentunya tidak rela apabila negeri ini semakin porak poranda karena kerusakan sistem yang ada di dalamnya.
Namun sayangnya tuntutan yang ditawarkan pada akhirnya tetap tidak mampu menyelesaikan masalah hingga ke akarnya. Karena memang hanya dengan kembali untuk menerapkan demokrasi kerakyatan dengan memprioritaskan kepentingan rakyat tidak akan menjadi solusi yang paripurna. Karena justru penerapan demokrasi lah yang menjadi akar permasalahannya sehingga kondisi Indonesia sebagaimana hari ini hanya akan terus berulang di masa mendatang. Demokrasi yang merupakan aturan yang dibuat oleh manusia tidak dapat dijadikan sebagai landasan utama dalam menerapkan aturan.
Kepedulian mahasiswa hari ini menunjukkan bahwa mahasiswa memang sudah seharusnya senantiasa sadar akan kondisi politik hari ini dan mampu mengkritisi serta harus bisa memberikan solusi yang benar bagi negara. Maka solusi yang benar itu adalah dengan Islam yakni melalui sistem khilafah Islamiyyah yang berasal dari aturan Allah SWT. Sebagaimana apa yang pernah diterapkan oleh Rasulullah SAW pertama kali di Madinah. Rasulullah SAW menjadikan aturan Allah SWT sebagai landasan utama dalam memimpin negara. Seperti halnya penerapan sistem ekonomi hingga pendidikan yang terbukti mampu mensejahterakan rakyat.
Maka dari itulah, dengan menyadari kondisi hari ini yang semakin miris mahasiswa seharusnya menjadi agen perubahan untuk mengemban risalah Islam dengan senantiasa mengoreksi penguasa atas spirit amar akruf nahi mungkar dan menyuarakan solusi yang hakiki yakni Islam. Karena memang hanya dengan penerapan sistem Islam yang mampu meniscayakan masa depan masyarakat gemilang bukan gelap atau suram sebagaimana hari ini. Akan tetapi, hal ini tentunya tidak akan dapat diwujudkan dengan perjuangan yang dilakukan seorang diri melainkan dengan bergabung dalam jamaah atau kelompok dakwah ideologis dengan visi misi untuk mewujudkan kembalinya kebenaran.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
Komentar
Gunakan Google Gunakan Facebook