Gempa Mengerikan di Minahasa pada 1932, Tanah Terbelah Semburkan Air, Mata Air Semburkan Lumpur

Lincak  
Gunung Soputan di Minahasa Selatan dilihat dari puncak Gunung Klabat di Minahasa Utara (foto: priyantono oemar).
Gunung Soputan di Minahasa Selatan dilihat dari puncak Gunung Klabat di Minahasa Utara (foto: priyantono oemar).

Gambaran gempa mengerikan itu, tanah terbelah menyemburkan air, muncul mata air panas menyemburkan lumpur.

Tanah terbelah menyemburkan air, mata air panas menyemburkan lumpur, Gunung Soputan memuntahkan api. Itulah yang terjadi pada saat gempa terjadi di Minahasa, Sulawesi Utara, pada Mei 1932.

Getaran gempa yang membuat tanah terbelah di beberapa lokasi dan menyemburkan air itu terjadi Ratatotok, sekarang merupakan kecamatan di Minahasa Tenggara. Ada 20 pohon kelapa tumbang dan kebun kelapa menjadi lautan air. Enam rumah dikabarkan ambruk.

DI Negari Buyat, sekarang merupakan desa di Kabupaten Bolaang Mongondouw, tanah juga terbelah. Sebanyak 40 rumah dan masjid dikabarkan ambruk di sini. Lalu di Negari Tempang, Langowan, muncul beberapa mata air panas, tetapi menyemburkan lumpur. “Selasa dinihari pukul 02.00 terlihat semburan api di kawah Gunung Soputan dan kemarin pagi pukul 05.30 terasa getaran ringan lagi,” tulis De Indische Courant edisi 19 Mei 1932.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Priyantono Oemar

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image